Fadli Zon ‘Hilang’ dari Medsos Usai Ditegur Prabowo, Said Didu: Kira-kira Saat Muncul akan seperti Apa?
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon “menghilang” dari media sosial usai ditegur oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lantaran pernyataannya di media sosial beberapa hari lalu.
Sebelumnya, Fadli Zon tampak menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Sindiran tersebut dilontarkan Fadli Zon saat Presiden Jokowi meresmikan dan menjajal lintasan Sirkuit Mandalika melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon pada 12 November 2021.
“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sdh 3 minggu banjir belum surut,” ujar Fadli Zon.
Cuitan Fadli Zon. Tangkap layar Twitter @fadlizon
Usai pernyataannya tersebut, hingga Rabu pagi, 17 November 2021, Fadli Zon belum berkicau kembali di Twitter seperti biasanya yang kerap mengomentari isu-isu terkini di Indonesia.
Hilangnya anggota DPR RI tersebut dari media sosial pun menjadi sorotan berbagai pihak, salah satunya disoroti mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.
Lantas Said Didu mempertanyakan akan menjadi seperti apa sosok Fadli Zon ketika muncul kembali nanti di media sosial.
“Kira2 saat bung @fadlizon muncul kembali akan menjadi seperti apa?,” katanya melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu.
Cuitan Said Didu. Tangkap layar Twitter @msaid_didu
Sebelumnya, juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman mengonformasi bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menegur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
"Bukan memarahi ya. Saya diberikan tugas untuk menyampaikan kepada jurnalis bahwa terkait Tweet Pak Fadli Zon mengenai Sintang, Pak Prabowo memberikan teguran secara lisan melalui Sekjen (Ahmad Muzani)," kata Habiburokhman seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan bahwa teguran itu terkait pernyataan Fadli Zon di akun Twitter yang menyinggung Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Sintang yang mengalami banjir sejak tiga pekan lalu.
Habiburokhman menjelaskan teguran tersebut diambil setelah pernyataan Fadli Zon menimbulkan kegaduhan di media sosial dan media mainstream sehingga perlu ditanggapi dan diluruskan.
"Kami luruskan bahwa Tweet tentang Sintang tersebut tidak mewakili partai atau fraksi. Kami meminta maaf apabila terjadi kegaduhan dan terhadap Pak Fadli sudah disampaikan teguran secara lisan," ujarnya.
Menurut dia, bagi kader Gerindra, teguran merupakan hal yang biasa, misalnya, dirinya berkali-kali terkena teguran ketika menyampaikan pernyataan yang tidak pas.
Teguran lisan, lanjutnya, sudah menjadi tradisi bagi partainya karena ketika ada pernyataan yang kurang pas maka saling mengingatkan dan kader diingatkan tidak "baper" atau terbawa perasaan.
"Kader yang diingatkan pun tidak 'baper' lah, pasti menerima dengan lapang dada. Intinya teguran tersebut agar kita tidak ingin ada pernyataan yang menimbulkan ketidaknyamanan," katanya.***