Dituding Berbohong ke Baim Wong, Kakek Suhud Akhirnya Buat Pengakuan Mengejutkan



 Nama Suhud belakangan tengah menjadi buah bibir masyarakat usai viral dibentak Baim Wong saat hendak berjualan buku.


Simpati masyarakat mulai berdatangan menghampiri kakek Suhud dalam bentuk donasi kemanusiaan yang salah satunya dihimpun oleh Yayasan Gerak Menebar Kebaikan.


Terpantau per 14 Oktober 2021, donasi yang terkumpul di yayasan tersebut mencapai Rp50 juta.


Namun di tengah kabar baik ini, publik dibuat heran mendengar kesaksian tetangga yang menyebut bahwa keseharian kakek Suhud tak sesuai dengan omongannya.


Pasalnya, tetangga menuturkan bahwa kehidupan kakek Suhud tak sesulit apa yang dia ceritakan di hadapan media.


Lebih lanjut, mereka mengatakan tak pernah melihat kakek Suhud berjualan seperti apa yang dia akui di depan Baim Wong.


“Nggak pernah kelihatan (dagang), di sini (warga) nggak ada yang tahu (jualan buku),” kata tetangga kakek Suhud, Mela sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.


Lantas apakah benar jika Kakek Suhud selama ini mengarang cerita bahwa dirinya berdagang buku?


Melalui sebuah rekaman video, kakek Suhud akhirnya angkat bicara memberi klarifikasi soal desas-desus yang menghinggapi kehidupannya.


Kakek Suhud membantah dirinya sudah berbohong dan menegaskan selama ini dia berbicara apa adanya.


“Selama ini saya bicara apa adanya,” ujar Kakek Suhud seperti yang dikutip dari akun Instagram @gerakmenebarkebaikan yang diunggah 15 Oktober 2021.


Kakek Suhud juga mengaku cenderung tertutup dan tidak memperlihatkan jika dirinya kerap berjualan buku lantaran faktor usia.


“Memang saya tertutup, karena saya sudah tua,” tuturnya.


Dia mengatakan buku-buku dagangannya selalu dimasukkan ke dalam tas sehingga hal itulah yang mungkin mengundang kesalahpahaman warga.


“Buku itu saya taruh di tas, mungkin orang nggak nyangka,” katanya.


“Itu salah paham,” ujar Kakek Suhud.

Subscribe to receive free email updates: